Berita Cetak

 
Bukan Diingat Jadi Tukang Cetak Gol, Suarez Lebih Dikenal Sebagai Tukang Gigit
Berita dikirimkan oleh admin pada tanggal 2014-07-02 08:40:34 dalam kategori cetak

Liverpool - Striker tim nasional Uruguay Luis Suarez menjadi sorotan di Piala Dunia 2014. Setelah menjadi pemicu kebangkitan La Celeste, dia kini bisa dibilang lebih dikenal sebagai tukang gigit.

Sebelum berlaga di Brasil, Suarez mampu membuktikan diri sebegai striker yang tajam. Catatan 31 gol bersama Liverpool dalam 33 laga di Liga Inggris mampu menobatkannya sebagai peraih top skorer Premier League.

Tak cuma itu, penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Suarez itu mampu mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik Liga Inggris versi asosiasi pesepakbola profesional Inggris dan juga asosiasi perwarta olahraga di 'Negeri Ratu Elizabeth' itu.

Catatan-catatan apik itu seakan menjadi penanda kebangkitan Suarez atas beberapa kasus yang menjeratnya. Dia pernah bermasalah karena melakukan aksi rasial pada bek Manchester United, Patrice Evra, di musim 2011/2012. Saat itu, Suarez pun mendapatkan sanksi delapan kali larangan bertanding dan denda 40 ribu poundsterling.

Di musim berikutnya, Suarez kembali berulah. Saat Liverpool berhadapan dengan Chelsea pada 21 April 2013, dia yang frustrasi atas penjagaan Branislav Ivanovic lantas menggigit lengan bek The Blues bernomor punggung dua itu.

Buahnya, Suarez harus menepi selama 10 pertandingan, yang membuatnya juga harus melewatkan beberapa laga awal musim 2013/2014.

Tapi, Suarez mampu menjawab dukungan fans Liverpool dengan bagus. Dia bermain baik, hingga mengantarkan Liverpool lolos ke Liga Champions setelah empat tahun absen.

Harapan tinggi pun lantas disematkan pada Suarez ketika Uruguay bakal berlaga di Piala Dunia 2014. Tergabung dalam grup maut bersama Italia, Inggris, dan Kosta Rika, tenaga striker 27 tahun itu sangat dibutuhkan untuk bisa melaju ke babak 16 besar.

Tapi, satu cedera lutut mengganggu Suarez sebulan menjelang Piala Dunia bergulir. Cedera itu akhirnya memaksa Suarez absen di laga pertama saat melawan Kosta Rika, hingga tm besutan Oscar Tabarez itu kalah dari Ticos.

Saat Uruguay melawan Inggris, Suarez yang sudah fit lantas memimpin kebangkitan tim 'Biru Langit' itu. Dia mencetak dua gol kemenangan Uruguay atas Inggris.

Dengan hasil itu, Uruguay pun harus melakoni laga 'hidup-mati' melawan Italia. Di pertandingan inilah, kisah manis Suarez terhenti.

Meski Uruguay menang hingga lolos ke babak 16 besar, Suarez kembali berulah dengan menggigit bahu bek Gli Azzurri, Giorgio Chiellini. Pada prosesnya, Suarez pun mendapatkan sanksi yang berat dari FIFA.

Tak boleh tampil dalam sembilan laga resmi internasional, larangan beraktivitas di semua kompetisi dan kegiatan sepakbola selama empat bulan, serta sanksi denda sebesar 82.227 euro atau setara Rp 1,3 miliar, adalah sanksi untuk Suarez.

Aksi gigit ini memang bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Suarez. Selain pernah menggigit Ivanovic, dia juga pernah melakukan hal yang sama pada pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, saat masih bermain untuk Ajax Amsterdam.

Soal aksi gigit Suarez kali ini, eks rekan setimnya di Liverpool, Jamie Carragher, bahkan menyebutnya bakal dikenal sebagai tukang gigit, alih-alih diingat sebagi striker yang haus gol.

"Itu merupakan salah satu insiden yang paling mengejutkan di sepanjang sejarah Piala Dunia, tapi malangnya Suarez malah menempatkan dirinya dalam kurungan setelah mengigit Giorgio Chiellini," ungkap Carragher dikutip dari Independent.

"Alih-alih dianggap sebagai salah satu striker terbaik dalam satu laga, dia sekarang hanya dikenal sebagai seseorang yang menggigit pemain lain," tambahnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     


 
  didukung oleh: